4 Jajanan Tradisional Kotagede: Kipo, Legomoro, Ukel Banjar, dan Kembang Waru
Empat jajanan khas Kotagede dengan bentuk, bahan, rasa, dan cerita yang berbeda: kipo, legomoro, ukel-banjar, serta kembang waru.
Kotagede menyimpan tradisi kuliner yang berjalan berdampingan dengan lorong kampung, pasar, bangunan tua, dan kerajinan perak. Empat jajanan berikut memperlihatkan bagaimana bahan sederhana dapat membawa bentuk serta cerita yang khas.
Kipo
Kipo berukuran kecil, berwarna hijau, dan dibuat dari adonan ketan dengan isian kelapa manis. Permukaannya dipanggang sehingga muncul bercak kecokelatan dan aroma yang khas.
Legomoro
Legomoro sekilas menyerupai lemper karena memakai ketan dan isian ayam. Ciri yang mudah dikenali adalah bungkus daun pisang yang diikat dengan tali bambu atau janur hingga padat dan rapi.
Ukel dan banjar
Ukel dan banjar merupakan pasangan kue kering berbentuk lilitan. Keduanya dibuat dengan cara serupa; perbedaannya tampak pada penyelesaian, karena ukel lazim diberi lapisan manis sedangkan banjar dibiarkan lebih polos dan gurih.
Kembang waru
Kembang waru dicetak menyerupai bunga berkelopak delapan. Teksturnya lembut dengan permukaan kecokelatan, sementara bentuk bunganya menjadi bagian penting dari identitas kue ini.
Membawa pulang jajanan
Tanyakan daya simpan kepada pembuatnya karena jajanan basah seperti kipo dan legomoro sebaiknya dinikmati lebih cepat daripada kue kering. Simpan setiap jenis secara terpisah agar tekstur dan aromanya tidak saling memengaruhi.
Sumber dan referensi
Terakhir diperbarui . Koreksi substantif akan dijelaskan pada halaman ini.